- Angkringan
Angkringan berasal dari bahasa jawa angkring atau nangkring yang berarti duduk santai. Menu yang dijual meliputi Nasi kucing yaitu nasi yang dibungkus dalam ukuran kecil denga ciri khas lauk pauk seperti oseng tempe, sambel teri. sate telur puyuh, sate usus ayam, Ceker dll. Untuk minuman umumnya wedhang jahe, susu jahe, teh, jeruk, dan kopi. Angkringan mulai berdagang menjelang senja dan bisa kita jumpai di sepanjang jalan P. Mangkubumi dan sebelah utara stasiun tugu
- Gudeg
Gudeg merupakan makanan khas yogyakarta dengan rasa cenderung manis dan terbuat dari nangka muda disajikan bersama nasi, kuah santan kental (areh) ayam kampung, telur, tahu, tempe bacem dan sambel goreng krecek. Bisa kita temui di sepanajang jalan wijilan, lesehan malioboro dan berbagai sudut kota yogyakarta baik di pagi hari maupun malam hari

- Bakmi jawa
Bakmi jawa atau mie jawa adalah bakmi rebus (bakmi godhog) atau bakmi goreng yang dimasak dengan bumbu khas masakan jawa. Kebanyakan bakmi jawa di masak di atas tungku tanah liat (anglo) dengan api arang, juru masak tidak memasak semua pesanan dalam satu wajan besar, melainkan bahan serta bumbu diracik satu persatu di dalam wajan kecil untuk menjaga rasa dan kualitasnya. Ciri khas lainya bakmi jawa diberi suwiran ayam kampung.
Brongkos
Brongkos adalah sayur tradisional khas warisan masyarakat yogyakarta dengan kuah berwarna coklat kehitaman yang berisikan kacang, tahu, telur, dan daging sapi,yang sangat kaya citarasa rempah-rempah sehingga menarik minat para pemburu kuliner. Brongkos bisa kita temui di selatan alun-alun kidul yogyakarta.
- Oseng-oseng mercon
Masakan oseng-oseng yang yang berisikan potongan daging sapi dan diberi cabai rawit yang banyak sehingga pedasnya nampol seperti mercon dalam lidah . untuk penggemar pedas, kuliner ini bisa dijumpai di jl. KH. Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Demikian 5 kuliner khas jogja yang sayang untuk dilewatkan ketika sobat traveler mampir ke yogyakarta semoga bisa bermanfaat dan menjadi referensi buat sobat smua…